[Book Opinion] [Indonesian] Fangirl – Rainbow Rowell

March Reading Challenge : A book with female author.

ISBN : 9786027150508
Publisher : Penerbit Spring
Translator : Wisnu Wardhana
Number of pages : 456 pages

Cath dan Wren—saudari kembarnya—adalah penggemar Simon Snow. Oke, seluruh dunia adalah penggemar Simon Snow, novel berseri tentang dunia penyihir itu. Namun, Cath bukan sekadar fan. Simon Snow adalah hidupnya!

Cath bahkan menulis fanfiksi tentang Simon Snow menggunakan nama pena Magicath di Internet, dan ia terkenal! Semua orang menanti-nantikan fanfiksi Cath.

Semuanya terasa indah bagi Cath, sampai ia menginjakkan kaki ke universitas. Tiba-tiba saja, Wren tidak mau tahu lagi tentang Simon Snow, bahkan tak ingin menjadi teman sekamarnya! Dicampakkan Wren, dunia Cath jadi jungkir balik. Sendirian, ia harus menghadapi teman sekamar eksentrik yang selalu membawa pacarnya ke kamar, teman sekelas yang mengusik hatinya, juga profesor Penulisan Fiksi yang menganggap fanfiksi adalah tanda akhir zaman.

Seolah dunianya belum cukup terguncang, Cath juga masih harus mengkhawatirkan kondisi psikis ayahnya yang labil. Sekarang, pertanyaan buat Cath adalah: mampukah ia menghadapi semua ini?

Fangirl adalah buku Rainbow Rowell pertama yang pernah saya baca.
Awalnya saya memiliki ekspektasi yang cukup tinggi terhadap buku yang satu ini, karena saya pribadi adalah seorang fangirl dari suatu grup musik tertentu- yang tentunya, membuat saya penasaran seberapa dalam kehidupan fangirl akan dibahas oleh Rowell. Namun demikian, ketika saya tanpa sengaja menemukan review seseorang yang menyatakan bahwa Rowell tidak benar-benar membahas mengenai kehidupan fangirl dengan akurat, ekspektasi tersebut berkurang cukup drastis; yang mana, saya pikir, menguntungkan untuk saya.

Selesai membaca buku ini, saya secara pribadi tidak tahu apakah saya harus menyukai buku ini atau tidak.

Di satu sisi, saya harus mengakui bahwa saya menikmati proses membaca buku ini.
Saya terutama benar-benar dapat menikmati gaya penulisan Rowell di sini. Segalanya terasa tepat; sesuai pada tempat yang seharusnya. Bagaimana karakter-karakter dalam buku ini muncul, mengambil peran tertentu, memiliki karakteristik yang berbeda-beda, da memiliki permasalahan mereka masing-masing. Bagaimana segalanya bermula dan berakhir, itu terasa sangat- manis, saya rasa. Sekalipun sebenarnya masih ada beberapa permasalahan yang belum terselesaikan hingga akhir; seperti permasalahan antara Cath dan ibunya, atau Wren dan ayahnya. Namun secara singkat, saya benar-benar tidak ingin meletakkan buku tersebut hingga saya dapat menyelesaikannya. Halaman demi halaman selalu membuat saya penasaran akan apa yang akan terjadi berikutnya.

Namun demikian, di sisi lain, saya juga harus mengakui bahwa saya kecewa. Kecewa terhadap minimnya riset yang dilakukan oleh Rowell- oke saya memang tak tahu berapa banyak riset yang dilakukannya, namun sebagai seorang fangirl, saya dapat melihat riset yang dilakukannya terasa kurang. Membaca buku ini, mungkin dapat membuat orang-orang mengasumsikan hal-hal yang tidak tepat mengenai seorang fangirl dan- jujur, saya tidak terima hal tersebut. Mengapa? Karena saya adalah seorang fangirl dan saya tidak suka terlihat seperti Cath di buku ini- yang mana saya pikir bodoh.

Salah satu hal lain yang tidak saya sukai, adalah banyaknya ekstrak fanfiction dan novel “fiksi” yang dibuat oleh Rowell (yang seluruh orang dapat menebak, merupakan universe lain dari Harry Potter- di mana fanfiksi Cath adalah fanfiksi dengan pasangan utama Harry x Draco). Oke, mungkin memang menarik dan membuat penasaran, namun hal tersebut tidak terkait sama sekali dengan cerita yang sesungguhnya. Saya tidak dapat mengerti apa gunanya menghabiskan berlembar-lembar halaman untuk menceritakan cerita fiksi yang ada di universe Fangirl.

Mengenai karakter, saya hanya akan membahas mengenai Cath.
Cath, seperti yang pernah saya katakan sebelumnya, adalah seseorang yang bodoh. Bukan hanya bodoh, ia juga egois, juga bahkan arogan. Tidak, saya tidak akan mengatakan dia social awkward– karena dia bukan social awkward. Saya tahu rasanya menjadi seorang social awkward, namun bukan berarti seorang social awkward akan menutup diri sepenuhnya dari kehidupan di sekitar. Tidak masuk akal seseorang akan berlaku sampai sebegitu ekstrimnya seperti Cath hanya karena tidak nyaman dengan lingkungannya. Tidak masuk akal dia memilih untuk tidak makan dibandingkan sekedar bertanya pada seseorang di mana kantin yang ia cari. Tidak masuk akal dia memilih untuk menolak dengan KASAR tawaran orang lain untuk menjadi temannya. Social awkward dan arogan/kasar; itu bukanlah satu hal yang sama.
Selain itu, Cath cukup bodoh bagi saya untuk mengatakan kepada profesornya bahwa ia tidak melakukan plagiarisme dengan mengumpulkan sebuah fanfiksi sebagai tugas sekolah. Oh okelah, itu memang bukan sebuah plagiarisme- saya rasa. Namun, itu jelas melanggar copyright. Fanfiksi biasa dibuat oleh seorang fans untuk bersenang-senang, karena mereka menikmati membaca atau menulis mengenai tokoh tertentu. Fanfiksi bukanlah sesuatu yang seharusnya boleh untuk dikomersilkan. Ya. Ya, itu komersil bagi saya. Toh, Cath juga akan mendapatkan imbalan berupa nilai, kan? Jadi bisa dikatakan fanfiksi itu dikomersilkan. Oh tapi, tentu saja itu tak mengapa karena itu adalah CATH. Ya bukan?

Yah karena hal-hal yang membuat saya kurang puas tersebut, maka saya memutuskan untuk memberi nilai bintang 3. Walau banyak hal yang membuat saya ingin mencak-mencak kesal, namun tak dapat dipungkiri saya masih menikmati membaca buku ini. 3/5.

Advertisements

One thought on “[Book Opinion] [Indonesian] Fangirl – Rainbow Rowell

  1. Pingback: [MASTERPOST] 2015 Reading Challenge – KPB (Book Hoarders Community) | The Seventh Heaven

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s