[Book Opinion] [Indonesian] Dari Datuk ke Sakura Emas – Short Stories Collection

ISBN : 9789792269826
Contributors :  Ahmad Fuadi, Alberthiene Endah, Andrei Aksana,Asma Nadia, Clara Ng, Sitta Karina,Putu Fajar Arcana, Indra Herlambang , Dewi Ria Utari, M. Aan Mansyur, Icha Rahmanti, Happy Salma, Avianti Armand, Dee
Publisher : Gramedia Pustaka Utama
Number of pages : 168 pages

Tak ada yang lebih membahagiakan Datuk Batungkek Ameh selain mengabdi kepada suku. Namun kepergiannya untuk meminpin upacara adat di Padang membawa misi lain. Haruskah ia terus mempertahankan wibawanya sebagai Datuk? Kisah ini merupakan salah satu cerita pendek dalam buku ini. Cerpen lain berkisah tentang keputusan Amelia untuk, “Aku akan menikah dengan dia. Tapi kamu adalah suamiku sepanjang hidup.” Ikuti pula kisah Kei, seorang gadis Jepang yang mempertanyakan kenapa ia harus bersekolah di Higa International School. Apa karena semua anak rekan bisnis ayahnya bersekolah di situ?

Empat belas cerita di buku ini ditulis oleh empat belas penulis kontemporer Indonesia. Mereka datang dari beragam latar belakang, beragam tema, beragam gaya, dan beragam genre penulisan.

*) Seluruh royalti buku ini akan disumbangkan oleh para penulis kepada Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin

Hehehehehehe. Sejujurnya saya bukan fans kumcer. Jarang sekali saya membaca cerpen. Tapi kemudian, mungkin saja… buku yang satu ini mengubah semua itu.

Saya membeli buku ini karena tergiur dengan nama-nama besar yang tampak di judulnya. Oh come on, Sitta Karina dan Clara Ng! Dua pengarang favorit saya! Selain itu masih ada pengarang-pengarang besar lain seperti Ahmad Fuadi, Dee, Asma Nadia, Andrei Laksana. Tampak menjanjikan, ya kan? (Walau saya bukan fans mereka, tapi karya mereka sudah diakui oleh banyak masyarakat). So anyway, here’s the review for each story.

#1 Datuk – Ahmad Fuadi
Datuk bercerita tentang seseorang yang berjuang dan menjunjung tinggi pangkat(?) datuk yang dimilikinya, yang kemudian dengan berat hati harus membuang gengsi dan ke’datuk’annya tersebut karena kebutuhan finansial yang mendesak. Beruntung, keponakannya meminta ia datang untuk menikahkan anaknya- kesempatan untuk meminjam uang, pikirnya. “Yaahhhhhhh…” adalah reaksi saya setelah menyelesaikan bab tersebut. Endingnya… sesuai dengan realitas rasanya- anything can happen. Tapi saya tidak suka. Hehehehehe. Walaupun saya bisa memberi satu bintang tambahan untuk cara menulisnya- menulis endingnya; seolah-olah terlihat jelas apa yang dirasakan oleh sang Datuk. (3 bintang)

#2 Sebuah Keputusan – Alberthiene Endah
Sebuah keputusan juga termasuk realistis, sebenarnya. Walaupun- yah, mainstream. Sepasang kekasih yang harus berpisah karena sang perempuan dijodohkan. Intinya sih begitu. Endingnya… mungkin cukup realistis juga, unexpected tapi realistis. Saya masih bimbang untuk mengatakan saya menyukai endingnya atau tidak. Saya suka sesuatu yang tak terduga pada umumnya, tapi saya juga tidak suka sesuatu yang mengesankan ‘tidak apa-apa untuk dilakukan’ sekalipun kita tahu itu menyalahi norma. jadi.. 2.5 bintang saja deh.

#3 Ke Seberang Dermaga – Andrei Laksana
Nah! Ini saya suka, walaupun endingnya masih menggantung. Entahlah, memang kesukaan saya biasanya tergantung dengan gaya penulisan, saya rasa? Ke Seberang Dermaga pun sebenarnya mengisahkan sesuatu yang klise saja (uhm. saya jadi ragu, apakah ada sesuatu yang masih tidak tergolong klise jama sekarang). Ia bercerita tentang seorang istri yang dikhianati oleh suami dan sahabatnya; yang berselingkuh satu sama lain. Sang istri memilih untuk menyepi ke suatu tempat lain dan di sana ia bertemu dengan pria lain… yang meneduhkan hatinya. Yup. Saya suka stylenya, tapi sayang endingnya menggantung; apakah sang istri akan kembali dan memaafkan suami atau tidak ya? Hmmmmm… koper? XP (4 bintang)

#4 Emak Ingin Naik Haji – Asma Nadia
Ya ampun… maaf nih, tapi rasanya ini cerpen yang paling tidak saya sukai sejauh ini (note : saya menulis setiap selesai membaca, jadi paling tidak saya sukai di antara cerpen #1 hingga #4. Hum, inti ceritanya sih tentang seorang anak yang merasa gagal namun tetap berupaya untuk mencari cara agar dapat memenuhi keinginan ibunya; naik haji. Intinya sih itu. Endingnya agak tragis, dan saya tidak merasa harus seperti itu. Agak terlalu ekstrim buat saya. Untuk gaya penulisan, rupanya ini juga bukan tipe saya. Entah ya, seperti kurang… detail- kurang berisi. Juga membingungkan, sebenarnya. Bingung karena sudut pandang yang berubah-ubah tanpa sedikit penjelasan yang membuat orang mudah paham. jadi, maaf nih. 1 bintang saja.

#5 Pagi di Taman – Avianti Armand
Mengisahkan kedua sahabat yang sudah bertetangga sejak lama dan kini berusia sekitar 70 tahun; menghabiskan waktu untuk bercakap-cakap disebuah taman. Lalu? Ya, hanya itu saja. Sesuai dengan judulnya, Pagi di Taman. Sesederhana itu. Mungkin tak banyak yang dapat saya review, tapi bisa dikatakan kalau saya cukup menyukainya. Tidak bertele-tele, tidak menggantung, dan… jelas. (3.5 bintang)

#6 Misalkan Ini Dongeng – Clara Ng
Mungkin ini adalah kisah terkelam dan tergelap sepanjang yang saya baca (di antara #1 hingga 6). Cerpen ini bercerita tentang seorang anak yang tiba0tiba saja kehilangan ibunya (ibunya meninggal mendadak) dan harus tinggal bersama dengan suami sang ibu dengan… rahasianya. Rahasianya apa? Baca saja sendiri. Sadis dan kelam. Itu saja klunya. Sayang tidak ada solusi untuk permasalahan tersebut… membuat saya berharap ini sebagai dongeng juga (?). (4 bintang)

#7 Mencari Herman – Dee
UNIK! Saya tidak biasanya menjadi pengagum tulisan Dee. Namun cerpennya yang satu ini perlu saya akui keunikannya. Cerpen ini mengisahkan tentang seorang perempuan yang penasaran dan terus berusaha mencari seseorang bernama Herman- tanpa embel-embel seperti Hermanto atau sejenisnya; sejak kecil hingga dewasa dari sudut pandang seorang pria yang merupakan teman kakaknya. Lucu dan unik, bahkan saya cekikikan saat membaca sang tokoh utama tidak merestui hubungan sang perempuan dengan suami orang bukan karena statusnya, tapi karena namanya BUKAN Herman. Kocak, unik, dan seru! Dan diakhiri dengan tragis. Awalnya saya belum mengerti keterkaitan prolog yang mengatakan kalau membutuhkan satu ambillah satu bukan dua. Namun di akhir, rupanya kata-kata tersebut menjadi kenyataan tragis! Malang sekali. 😦 (5 bintang)

#8 Ingatan – Dewi Ria Utari
Satu lagi cerita yang memiliki twist di endingnya dan- wah! Awalnya saya tidak tahu pasti berkisah tentang apakah cerpen satu ini. Saya cuma menangkap bahwa seorang perempuan sengaja mengucilkan diri dan tidak diperbolehkan berbincang-bincang dengan penduduk lokal… yang akhirnya terpikat dengan salah satu penduduk lokal tersebut. Ia telah melakukan sesuatu yang terlarang, maka dari itu akan ada konsekuensi yang harus diterimanya. Konsekuensi apa? Ya, bisa dilihat di akhir ceritanya. Yang mengejutkan adalah hubungan antara sang perempuan dengan pencerita. Saya kira pencerita adalah kekasihnya, atau ibunya, atau… kakaknya. Tapii ternyata- sesuatu yang tidak dikira sebelumnya! (5 bintang)

#9 Kamis Ke-200 – Happy Salma
Tenang, kalem, menyentuh? Kisah yang satu ini menceritakan tentang seorang kakek yang tampaknya mengalami demensia. Yang ia ingat, setiap hari Kamis ia harus melontarkan kata-kata tuntutan di depan istana presiden untuk membebaskan rakyatnya (dari jaman penjajahan atau era Soeharto, barangkali? Saya juga tak yakin). Saya suka dengan endingnya yang… manis. Sedih, tapi manis bagi saya. (3.5 bintang)

#10 Sambal Dadak – Icha Rahmanti
Hummmm… Entah harus bicara apa tentang yang satu ini. Setangkapnya saya, ceritanya sih tentang seorang perempuan yang ketika dalam proses membuat sambel dadak berdasarkan resep ibunya teringat beberapa kejadian lain antara ia dan ibunya. Itu saja. Saya sih, tidak merasa cerita ini ada intinya yang jelas. Tidak terasa wow atau apapun itu juga. Entahlah. (1.5 bintang)

#11 Pagar Soka – Indra Herlambang
Lagi! Kumcer satu ini rupanya senang sekali memberikan kejutan kepada pembacanya. Kali ini cerpen mengisahkan sesuatu yang mistis, yang tanpa saya duga sebelumnya, berakhir dengan sesuatu yang mistis juga. Inti ceritanya adalah tentang seorang pria yang suka-tak suka menuruti apapun yang dikatakan oleh kakaknya; termasuk memata-matai dan menangkal roh jahat dari calon istri kakek mereka (yang diduga mengandung sesuatu yang jahat oleh si kakak). Jadi ditanamlah pagar soka dekat rumah si kakek, yang konon dapat menangkal roh jahat. Lalu apa yang terjadi? Lihat saja! Lagi-lagi saya suka dengan endingnya. Tidak menyangka kalau seorang Indra Herlambang pun cukup piawai dalam menyusun kata beserta plot untuk menjadi sebuah karya seperti ini. Saya suka! (5 bintang)

#12 Di Tempatmu Berbarng Sekarang – M. Aan Mansyur
Lagi-lagi ada sesuatu yang unexpected di sini, disertai dengan hubungan tiga manusia yang tampaknya rumit. Sekilas tampak seperti kisah cinta segitiga pada umumnya, namun rupanya ada sesuatu yang lain; yang lebih daripada itu. Dibatasi dengan aturan ini itu yang tak mengijinkan mereka mengutarakan perasaan mereka dengan bebas, bagaimanakah akhir dari cerita mereka? Dan saya juga suka dengan endingnya yang terasa cliffhanger. Hehehehehe. Sebenarnya cerita ini diawali dengan seorang pria yang duduk di bawah pohon. Pohon ini menceritakan sebuah kisah yang disaksikannya; si cinta segitiga di atas. Namun kemudian, ia juga menambahkan tepat di tempat pria tersebut berbaring, dulu pernah terjadi…….. apa? Saya juga tak tahu. (5 bintang)

#13 Perempuan yang Berumah di Rumpun Bambu – Putu Fajar Arcana
Kali ini berbau mistis lagi! Mengisahkan tentang sebuah keluarga yang memiliki tetangga dengan pohon bambu di depan rumahnya. Di daerah tersebut, dipercaya bahwa pohon bambu itu merupakan tempat tinggal ‘peri’ atau ibu bambu yang akan keluar pada malam hari. Sang ayah dari keluarga tersebut mengatakan wajahnya mirip dengan ibu si anak (istrinya, kalau begitu)… dan bagaimana reaksi sang ibu? Ending yang juga tak dapat diduga, dan aura mistisnya dapat terasa. Walaupun menurut saya, ada beberapa bagian yang tak perlu dan tak terkait dengan cerita; misalhnya tentang tambak mereka yang kering dan membuat sang ayah harus berganti pekerjaan. Tapi overall, good enough. (3.5 bintang)

#14 Sakura Emas – Sitta Karina
Kaminari Kei. Karena saya fans beratnya Sitta Karina, saya sangat mengenali nama tersebut. Nama yang menjadi orang ketiga di antara Aki dan Chris Hanafiah secara tidak langsung. Jadi, kali ini cerpen mengisahkan tentang kehidupan Kei sebelum ia bertemu Aki- rasanya seperti itu. Bicara jujur, untuk dijadikan standalone cerpen, Sakura Emas ini sayangnya tidak memiliki suatu ciri khas yang menarik; apalagi setelah membandingkannya dengan karya lainnya yang wah. unexpected, dan mistis. Bukan jelek, hanya… terlalu biasa. Tidak ada yang spesial, hanya kisah pertemuan antara anak pria kaya yang dimasukkan ke sekolah orang kaya, dan anak perempuan yang banyak dibully. Standar, bukan. Yes, it is. (2 bintang)

Bintang akhir (rata-rata) : 3.46… karena ini merupakan kumcer dengan cerita yang relatif unik dan saya biasanya jarang menyukai kumcer, biar saya isi menjadi 4 bintang; dan bukannya 3. 😉 A good recommendation for short-stories!

Advertisements

One thought on “[Book Opinion] [Indonesian] Dari Datuk ke Sakura Emas – Short Stories Collection

  1. Pingback: [MASTERPOST] 2015 Reading Challenge – KPB (Book Hoarders Community) | The Seventh Heaven

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s